Kita tak akan pernah benar benar mengetahi betapa penting arti kesehatan sampai saat ia pergi dari sisi kita.
Orang telah banyak mengenal seribu satu macam penyakit, jenisnya, sebabnya, serta akibat yang ditimbulkan penyakit itu. Namun semua hal diatas lebih sering menjadi sebatas pengetahuan.
Kita tak akan pernah mengeluarkan air mata terhadap tangan kita yang tidak sakit, tapi sadarkah kita, betapa banyak air mata yang telah jatuh dari orang yang telah kehilangan tangannya. Kita tak akan besedih hati mendengar sesorang sehat yang bertanya apakah malam ini terlihat indah atau tidak, tapi air mata kita pasti akan membasahi pipi jika pertanyaan itu keluar dari seseorang yang mengalami kebutaan sejak kecil, sesorang yang tidak tahu bentuk bulan, matahari, tumbuhan, binatang, bahkan mungkin dirinya sendiri ia tidak mengetahui.
Orang yang sedang sakit tahu betul kesehatan sangat berharga, seorang yang sehat dapat berlari kemanapun ia mau, berteriak sepuasnya, makan berbagai macam makanan. dan tertawa lebar. Namun bagi si sakit, itu adalah hal yang jauh dari dirinya. Ia hanya bisa berdiam diri di kamar, memenuhi mulutnya dengan berbagai macam obat, mendengar canda tawa orang yang sedang bergembira tanpa ia ikut merasakan kegembiraan itu.
Namun, saat ini tidak lagi kita perlu menunggu sakit untuk mengerti arti kesehatan, cukuplah kita merasakaan kesakitan, dan kesedihan yang di rasakan si sakit, memposisikan bahwa yang mengalami dan merasakan sakit adalah diri kita, bukan dia, merasakan tidak bisa melakukan segala hal dengan bebas dan hanya mampu melakukan hal yang terbatas, merasakan penderitaan itu adalah milik kita.
Jadikanlah pengalaman orang lain seakan akan pengalaman kita. Sehingga, termotivasilah kita untuk menjaga kesehatan dengan baik.
Orang telah banyak mengenal seribu satu macam penyakit, jenisnya, sebabnya, serta akibat yang ditimbulkan penyakit itu. Namun semua hal diatas lebih sering menjadi sebatas pengetahuan.
Kita tak akan pernah mengeluarkan air mata terhadap tangan kita yang tidak sakit, tapi sadarkah kita, betapa banyak air mata yang telah jatuh dari orang yang telah kehilangan tangannya. Kita tak akan besedih hati mendengar sesorang sehat yang bertanya apakah malam ini terlihat indah atau tidak, tapi air mata kita pasti akan membasahi pipi jika pertanyaan itu keluar dari seseorang yang mengalami kebutaan sejak kecil, sesorang yang tidak tahu bentuk bulan, matahari, tumbuhan, binatang, bahkan mungkin dirinya sendiri ia tidak mengetahui.
Orang yang sedang sakit tahu betul kesehatan sangat berharga, seorang yang sehat dapat berlari kemanapun ia mau, berteriak sepuasnya, makan berbagai macam makanan. dan tertawa lebar. Namun bagi si sakit, itu adalah hal yang jauh dari dirinya. Ia hanya bisa berdiam diri di kamar, memenuhi mulutnya dengan berbagai macam obat, mendengar canda tawa orang yang sedang bergembira tanpa ia ikut merasakan kegembiraan itu.
Namun, saat ini tidak lagi kita perlu menunggu sakit untuk mengerti arti kesehatan, cukuplah kita merasakaan kesakitan, dan kesedihan yang di rasakan si sakit, memposisikan bahwa yang mengalami dan merasakan sakit adalah diri kita, bukan dia, merasakan tidak bisa melakukan segala hal dengan bebas dan hanya mampu melakukan hal yang terbatas, merasakan penderitaan itu adalah milik kita.
Jadikanlah pengalaman orang lain seakan akan pengalaman kita. Sehingga, termotivasilah kita untuk menjaga kesehatan dengan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar