Selasa, 16 Agustus 2011

Bersahabat Dengan Sahabat


Menjalin hubungan baik adalah hal mulia dan sangat dianjurkan dalam islam, dalam sebuah hadits nabi bersabda “ Man araada an yubsatu lahu rizkuhu wa yunsaa lahu umrahu fal yasil rahimahu” Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan luaskan rizkin, maka hendaklah ia menjalin silaturrahmi”
Bila kita lihat, umat manusia diciptakan sebagai mahkluq soisal, sejak lahirnya ke dunia, ia akan selalu dan selalu membutuhkan bantuan sesamanya. Bayi yang baru lahir, lalu dibiarkan begitu saja, tanpa diperhatikan maka akan mati begitu saja, karena ia tiada memiliki daya,
Dalam setiap level kehidupan hal yang samapun berlaku, orang kaya membutuhkan para pekerja untuk mengerjkan hal yang ingin dicapainya, seorang siswa membutuhkan guru yang mengajrkan kepadanya ilmu, dan orang yang sakit membutuhkan dokter yang menyembuhkan penyakitnya. Entah berda di desa ataupun di kota semua manusia membutuhkan manusia lainnya.
Ketika melihat kepada diri kita saja, kita bisa menemukan kebenaran pernyataan diatas. Mulai dari baju yang kita kenakan, celana, sendal, sepatu, barang elektronik, perabotan rumah tangga, aksesoris, furnitur dan lainnya, kita tidak akan mampu mengadakan semua benda itu dengan tangan kita sendiri. Kita membutuhkan tangan-tangan manusia lainya untuk mengerjakan semua hal itu.
Jika jelas kita tak dapat hidup sendiri, maka sudah sepantasnyalah kita melakukan hubungan yang baik dengan sesama, dalam hal ini Islam sangat banyak membicarakannya, seperti perintah untuk berbakti kepada orang tua, berlaku baik kepada tetangga, anak kecil menghormati orang tua, orang tua menyayangi yang lebih muda, berlaku lembut adalah sebagian dari sekian banyaknya hal yang diperintahkan dalam agama dalam bergaul dengan sesama hamba Allah.
Patutlah kita meyakini, bahwa interaksi dan jalinan hubungan yang baik akan berbuah hal-hal yang baik pula, seorang pemimpin yang berlaku baik kepada bawahannya, ia akan dihormati dan ditaati, seorang guru yang menyayangi muridya, akan mendapat hal yang sama dari muridnya, tidak terdapat permusuhan, tidak ada perpecahan, sehingga pikiran kita tidak dihantui dengan rasa khwatir dan cemas akan bahaya orang-orang di sekitar kita. Pikiran pun diliputi kedamaian dan ketentraman.
Namun jika sebilknya yang kita lakukan, akan mengakibatkan hal yang sebaliknya juga. Kita bertindak semena-mena, berkata kasar, padahal betapa banyak permusuhan dan pertikaian yang bermula dari terpelesetnya lidah, Untuk itu hendaklah kita mengikuti tuntunan yang memang sengaja dibuat untuk menjadikan kehidupan manusia menjadi baik yang terdapat dalam Al-Quran dan Al-hadits.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar