Ketika seorang hamba menyadari bahwa semua miliknya hanyalah titipan Allah yang harus disampaikan kepada yang berhak, serta semua hanya bersifat sementara, maka ia akan menjadi ringan tangan untuk menyisihkan sebagian hartanya di jalan Allah.
Kita ketahui semua manusia mengiinginkan mempunyaii harta yang cukup ataupun menjadi orang yang kaya dalam kehidupannya, begitu juga dengan hamba-hamba Allah di atas, mereka memiliki keinginan untuk memiliki harta yang banyak dan menjadi kaya, namun mereka tidak terkuasai oleh nafsu yang melalaikan mereka dari bersedekah. Bagi mereka sedekah tidaklah mengurangi harta, melainkan, sedekahlah faktor penting yang menjadikan harta mereka banyak sekaligus berkah dan manfaat.
Bagi orang-orang seperti ini Allah SWT telah menjanjikan balasan yang sangat banyak, Allah berfirman,
"Barangsiapa yang membawa amal kebaikan, maka baginya pahala sepuluh kali lipat dari amalnya. Dan barangsiapa yang membawa amal yang buruk, tidak akan diberi pembalasan, kecuali dengan yang buruk seperti itu pula. Dan mereka tidak dirugikan sedikitpun juga.(QS-Al-An'am 160)
Alangkah beruntung orang yang bersedekah karena harta yang dikeluarkannya justru mendatangkan jumlah yang lebih banyak, dan bilangan sepuluh seperti yang Allah janjikan dalam firmanNya di atas adalah batas minimal yang akan Allah berikan bagi para golongan yang dicintainya ini. Bahkan di surat yang lain, Allah janjikan balasan yang lebih banyak. ِAllah berfirman :
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqoroh:261).
Orang yang terbiasa bersedekah akan luntur kecintaanya akan materi, sehingga ia pun tidak menjadi budak harta. Ketika bersedekah, ia akan tambah bersyukur, karena betapapun sulit hidup yang dijalani, masih banyak orang orang yang berada dalam kemiskinan yang tentunya dalam keadaan yang lebih sulit darinya.
Dunia bukanlah surga, yang ketika seorang hamba meminta sesuatu, langsung dikabulkanlah permintaanya di hadapannya. Di dunia, jika seseorang meminta rizki kepada Allah, tidaklah rizki itu langsung jatuh di hadapannya, tapi Allah berikan melalui tangan hambaNya kepada kita.
Ada orang yang Allah jadikan sesekali menyalurkan rizkiNya kepada hambaNya, namun ada juga orang yang Allah jadikan terus menerus menyalurkan rizkiNya kepada hamba-hambaNya, orang yang kedua ini lah yang menjadi "Tangan Kanan Allah" dimuka bumi. Untuk orang seperti ini Allah berilah harta yang banyak, karena harta yang banyak itu akan ia sampaikan kepada hamba Allah yang lainnya.
Maka barang siapa yang ingin menjadi "Tangan Kanan Allah" di muka bumi ini, maka harus rajinlah ia bersedekah, karena dengan bersedekah berarti kita telah menjalankan perintahNya untuk menyalurkan titipanNya, dengan itu Allah akan semakin sering menitipkan hartanya kepada kita bahkan dengan jumlah yang lebih banyak.
Maka alangkah indahnya seseorang berdoa untuk kaya tidak menjadikan dirinya saja sebagai objek yang dijadikan kaya, semisal berdoa "Ya Allah berikanlah aku kekayaan yang banyak", itu hanyalah untuk dirinya sendiri, dan bisa jadi kekayaannya itu melalaikannya. Hendaklah seorang hamba berdoa "Ya Allah jadikanlah aku orang yang mampu bersedekah kepada 10.000 anak yatim" atau "Ya Allah berikanlah aku kemampuan untuk menghajikan keluargaku atau orang islam lainnya" Karena jika Allah mengabulkan doa itu tentulah ia sudah menjadi orang kaya, dan ketika kita berdoa untuk orang lain, maka hal yang kita doakan akan berlaku pula pada kita.
Bersegeralah bersedekah, karena ialah yang akan terus memberikan kepada kita pahala di saat yang lain tiada lagi berguna kecuali tiga, dalam hadits Rasulullah bersabada :
" إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : علم ينتفع به ، وصدقة جارية ، وولد صالح يدعو له "
“Apabila telah mati seorang anak Adam(manusia), maka terputuslah amalnya melainkan tiga perkara yaitu sadaqoh jariyyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.”(HR. Muslim)
Kita ketahui semua manusia mengiinginkan mempunyaii harta yang cukup ataupun menjadi orang yang kaya dalam kehidupannya, begitu juga dengan hamba-hamba Allah di atas, mereka memiliki keinginan untuk memiliki harta yang banyak dan menjadi kaya, namun mereka tidak terkuasai oleh nafsu yang melalaikan mereka dari bersedekah. Bagi mereka sedekah tidaklah mengurangi harta, melainkan, sedekahlah faktor penting yang menjadikan harta mereka banyak sekaligus berkah dan manfaat.
Bagi orang-orang seperti ini Allah SWT telah menjanjikan balasan yang sangat banyak, Allah berfirman,
"Barangsiapa yang membawa amal kebaikan, maka baginya pahala sepuluh kali lipat dari amalnya. Dan barangsiapa yang membawa amal yang buruk, tidak akan diberi pembalasan, kecuali dengan yang buruk seperti itu pula. Dan mereka tidak dirugikan sedikitpun juga.(QS-Al-An'am 160)
Alangkah beruntung orang yang bersedekah karena harta yang dikeluarkannya justru mendatangkan jumlah yang lebih banyak, dan bilangan sepuluh seperti yang Allah janjikan dalam firmanNya di atas adalah batas minimal yang akan Allah berikan bagi para golongan yang dicintainya ini. Bahkan di surat yang lain, Allah janjikan balasan yang lebih banyak. ِAllah berfirman :
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqoroh:261).
Orang yang terbiasa bersedekah akan luntur kecintaanya akan materi, sehingga ia pun tidak menjadi budak harta. Ketika bersedekah, ia akan tambah bersyukur, karena betapapun sulit hidup yang dijalani, masih banyak orang orang yang berada dalam kemiskinan yang tentunya dalam keadaan yang lebih sulit darinya.
Dunia bukanlah surga, yang ketika seorang hamba meminta sesuatu, langsung dikabulkanlah permintaanya di hadapannya. Di dunia, jika seseorang meminta rizki kepada Allah, tidaklah rizki itu langsung jatuh di hadapannya, tapi Allah berikan melalui tangan hambaNya kepada kita.
Ada orang yang Allah jadikan sesekali menyalurkan rizkiNya kepada hambaNya, namun ada juga orang yang Allah jadikan terus menerus menyalurkan rizkiNya kepada hamba-hambaNya, orang yang kedua ini lah yang menjadi "Tangan Kanan Allah" dimuka bumi. Untuk orang seperti ini Allah berilah harta yang banyak, karena harta yang banyak itu akan ia sampaikan kepada hamba Allah yang lainnya.
Maka barang siapa yang ingin menjadi "Tangan Kanan Allah" di muka bumi ini, maka harus rajinlah ia bersedekah, karena dengan bersedekah berarti kita telah menjalankan perintahNya untuk menyalurkan titipanNya, dengan itu Allah akan semakin sering menitipkan hartanya kepada kita bahkan dengan jumlah yang lebih banyak.
Maka alangkah indahnya seseorang berdoa untuk kaya tidak menjadikan dirinya saja sebagai objek yang dijadikan kaya, semisal berdoa "Ya Allah berikanlah aku kekayaan yang banyak", itu hanyalah untuk dirinya sendiri, dan bisa jadi kekayaannya itu melalaikannya. Hendaklah seorang hamba berdoa "Ya Allah jadikanlah aku orang yang mampu bersedekah kepada 10.000 anak yatim" atau "Ya Allah berikanlah aku kemampuan untuk menghajikan keluargaku atau orang islam lainnya" Karena jika Allah mengabulkan doa itu tentulah ia sudah menjadi orang kaya, dan ketika kita berdoa untuk orang lain, maka hal yang kita doakan akan berlaku pula pada kita.
Bersegeralah bersedekah, karena ialah yang akan terus memberikan kepada kita pahala di saat yang lain tiada lagi berguna kecuali tiga, dalam hadits Rasulullah bersabada :
" إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : علم ينتفع به ، وصدقة جارية ، وولد صالح يدعو له "
“Apabila telah mati seorang anak Adam(manusia), maka terputuslah amalnya melainkan tiga perkara yaitu sadaqoh jariyyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.”(HR. Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar